Pertama, kumpulkan semua manual yang Anda miliki pada hardware -- motherboard, video card, monitor, modem, dan lain-lain. -- dan simpanlah di tempat yang mudah Anda cari.
Kedua, kumpulkan semua informasi detil tentang konfigurasi mesin Anda. Caranya, bila Anda menggunakan MS-DOS 5.0 atau yang lebih baru, cetaklah laporan dari utility Microsoft diagnostic MSD.EXE (Anda boleh menghiraukan informasi tentang TSR, driver, memory-map, environtment-strings dan informasi-informasi yang berkenaan dengan sistem operasi). Dengan mencatat konfigurasi mesin ini, maka dijamin Anda akan secara tepat dan benar mengisikan informasi hardware yang Anda miliki kelak pada saat menginstall X Windows.
Ketiga, periksa mesin Anda dari segala masalah konfigurasi yang mungkin timbul dari hardware yang bisa saja mengakibatkan lockup pada saat instalasi Linux.
- DOS/Windows dapat menggunakan hard disk IDE dan CD-ROM dengan konfigurasi yang asal-asalan (salah konfigurasi jumper master/slave misalnya). Linux TIDAK !!!. Jika ragu, periksa lagi jumper hard disk dan CD-ROM Anda !!!
- Periksa apakah hardware Anda dirancang dengan konfigurasi menggunakan jumper atau ROM? Jika benar, maka mungkin perlu inisialisasi pada saat boot melalui utiliti di MS-DOS, dan mungkin juga sulit diakses dari Linux. CD-ROM, sound card, Ethernet card dan beberapa tipe tape drive yang Anda miliki mungkin akan menemui masalah seperti ini. Jika ya, maka Anda mungkin dapat mengatasinya dengan cara memberikan parameter tambahan pada prompt boot; silahkan baca the Linux Boot Prompt HOWTO,http://sunsite.unc.edu/LDP/HOWTO/BootPrompt-HOWTO.html untuk lebih jelasnya.
- Beberapa sistem operasi mengizinkan bus mouse untuk melakukan share pada IRQ dengan device lain. Linux tidak mendukung ini; bila Anda nekat melakukannya, maka mesin Anda akan beku. Jika Anda menggunakan bus mouse silahkan baca the Linux Bus Mouse HOWTO, http://sunsite.unc.edu/LDP/HOWTO/Busmouse-HOWTO.html.
Lama waktu instalasi. Kira-kira akan makan waktu sekitar satu jam untuk mempersiapkan Linux pada mesin yang baru diinstall. Atau akan makan waktu sampai sekitar tiga jam untuk menginstallnya pada sistem dual-boot (nantinya akan banyak terjadi kesalahan yang tak disengaja pada saat start, juga akan banyak terjadi hang pada mesin Anda bila kesalahan ini terjadi).
Install SO via Virtual Box.
1.
Instal Virtual Box, dan Siapkan Sistem Operasi yang akan dipasang baik berupa
CD atau CD Virtual .
2. Jalankan
Virtual Box yang telah terpasang dalam Komputer Anda
3. akan muncul tampilan Hime
Virtual Box
4. Untuk mulai Memasang OS kita, klik Icon Baru
5. Klik Next kemudian pilih Sistem Operasi yang akan anda pakai . kebetulan disini saya menggunakan Linux Fedora
4. Untuk mulai Memasang OS kita, klik Icon Baru
5. Klik Next kemudian pilih Sistem Operasi yang akan anda pakai . kebetulan disini saya menggunakan Linux Fedora
6. Klik Next, dan dalam tampilan berikut akan ada pilihan jumlah
RAM untuk dialokasikan pada mesin Virtual disarankan mengalokasikan RAM anda
sebesar 768 MB .
7. Kemudian pilih memori atau hardisk untuk penyimpanan program
sebesar 8GB
Rekomendasi Creat New
Hardisk klik Next
8. Kemudian
pilih VHD (Virtual Hard Disk)
9. Pilih Dynamically Alocated klik Next
10. Kemudian Pilih Lokasi penyimpanan file dan pemberian kapasitas
penyimpanan . disini saya menyimpan pada partisi D:\ dan kapasitas penyimpanan
8GB
11. Klik Next dan kemudian klik Create
12. Sekarang penginstalan Sistem Operasi anda telah siap di eksekusi
. tapi sebelum Itu tentukan dulu lokasi Sistem Operasi yang akan di eksekusi
13. Masuk Setting
> Storage > sebelah kanan pilih file lokasi Virtual CD atau DVD OSnya,
karena saya menggunakan Virtual Disk pada Osnya cari file dan pilih Fedora.iso
klik OK
14. Setelah itu klik Mulai .
15. Tunggu hingga Booting Sistem Operasi anda selesai and Finaly
Sistem Operasi Anda telah terpasang .
Anda bisa menggunakan
fungsi Sistem Operasi yang anda pasang seperti anda memasangnya tanpa mesin
Virtual .
Install Live SO ke Media Flashdisk/Ext Disk.
anda siapkan:
- Komputer atau
notebook dengan OS windows sebagai alat untuk mengkonversi Ubuntu ke flash
disk.
- File image
Ubuntu yang berformat ISO.
- Flash disk
dengan kapasitas minimal 2 GB.
- Universal USB
Installer sebagai aplikasi untuk mengkonversi Ubuntu ke flash disk.
Jika persiapan sudah selesai, ikuti petunjuk di bawah ini:
1) Jika belum punya file ISO dari Ubuntu, download di sini http://www.ubuntu.com/download/ubuntu/download (Kami
menggunakan versi 10.04 karena versi ini adalah Long-term support).
2) Download Universal USB Installer di http://www.pendrivelinux.com/downloads/Universal-USB-Installer/Universal-USB-Installer-1.8.6.8.exe kemudian
jalankan aplikasi tersebut
3) Kemudian pada bagian menu dropdown pada aplikasi ini, pilih
sistem operasi Linux yang akan diinstall. Karena menggunakan Ubuntu, maka saya
memilih Ubuntu pada bagian ini.
4) Pada bagian Browse, pilih lokasi dari file ISO yang ingin
diinstall ke dalam flash disk.
5) Pada drodown menu menu bagian bawah, pilih drive dari flash
disk yang ingin ditempati Ubuntu Linux. Pilih Erase content jika anda ingin
menghapus semua file yang ada pada flash disk.
6) Pada bagian “slider” dari kapasitas file, kita bisa memilih
berapa kapasitas yang akan digunakan untuk Ubuntu. Sesuaikan dengan kebutuhan
anda.
7) Terakhir klik tombol Create dan tunggu sampa semua proses
selesai.
Setelah semua proses selesai, sekarang coba restart
komputer/notebook anda dan booting melalui flash disk yang baru saja diisi file
dari Ubuntu. Tunggu sampai beberapa saat, sampai anda bisa melihat Ubuntu
tampil di desktop.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar