Jumat, 16 Mei 2014

Tugas SO

Linux membuat PC Anda lebih efektif dibandingkan apa yang dilakukan oleh MS-DOS, Windows atau NT, dan lebih fleksibel bila terjadi kesalahan konfigurasi hardware. Ada beberapa tahap yang bisa Anda kerjakan untuk menghindari kesalahan.
Pertama, kumpulkan semua manual yang Anda miliki pada hardware -- motherboard, video card, monitor, modem, dan lain-lain. -- dan simpanlah di tempat yang mudah Anda cari.
Kedua, kumpulkan semua informasi detil tentang konfigurasi mesin Anda. Caranya, bila Anda menggunakan MS-DOS 5.0 atau yang lebih baru, cetaklah laporan dari utility Microsoft diagnostic MSD.EXE (Anda boleh menghiraukan informasi tentang TSR, driver, memory-map, environtment-strings dan informasi-informasi yang berkenaan dengan sistem operasi). Dengan mencatat konfigurasi mesin ini, maka dijamin Anda akan secara tepat dan benar mengisikan informasi hardware yang Anda miliki kelak pada saat menginstall X Windows.
Ketiga, periksa mesin Anda dari segala masalah konfigurasi yang mungkin timbul dari hardware yang bisa saja mengakibatkan lockup pada saat instalasi Linux.

  • DOS/Windows dapat menggunakan hard disk IDE dan CD-ROM dengan konfigurasi yang asal-asalan (salah konfigurasi jumper master/slave misalnya). Linux TIDAK !!!. Jika ragu, periksa lagi jumper hard disk dan CD-ROM Anda !!!
  • Periksa apakah hardware Anda dirancang dengan konfigurasi menggunakan jumper atau ROM? Jika benar, maka mungkin perlu inisialisasi pada saat boot melalui utiliti di MS-DOS, dan mungkin juga sulit diakses dari Linux. CD-ROM, sound card, Ethernet card dan beberapa tipe tape drive yang Anda miliki mungkin akan menemui masalah seperti ini. Jika ya, maka Anda mungkin dapat mengatasinya dengan cara memberikan parameter tambahan pada prompt boot; silahkan baca the Linux Boot Prompt HOWTO,http://sunsite.unc.edu/LDP/HOWTO/BootPrompt-HOWTO.html untuk lebih jelasnya.
  • Beberapa sistem operasi mengizinkan bus mouse untuk melakukan share pada IRQ dengan device lain. Linux tidak mendukung ini; bila Anda nekat melakukannya, maka mesin Anda akan beku. Jika Anda menggunakan bus mouse silahkan baca the Linux Bus Mouse HOWTO, http://sunsite.unc.edu/LDP/HOWTO/Busmouse-HOWTO.html.
Sedapat mungkin, carilah nomor telepon seseorang yang jago Linux yang dapat Anda hubungi dalam keadaan darurat. Kira-kira 90% peluang Anda tidak membutuhkannya, tapi kalau punya, apa salahnya?
Lama waktu instalasi. Kira-kira akan makan waktu sekitar satu jam untuk mempersiapkan Linux pada mesin yang baru diinstall. Atau akan makan waktu sampai sekitar tiga jam untuk menginstallnya pada sistem dual-boot (nantinya akan banyak terjadi kesalahan yang tak disengaja pada saat start, juga akan banyak terjadi hang pada mesin Anda bila kesalahan ini terjadi).

Install SO via Virtual Box.


1. Instal Virtual Box, dan Siapkan Sistem Operasi yang akan dipasang baik berupa CD atau CD Virtual .

2. Jalankan Virtual Box yang telah terpasang dalam Komputer Anda

3.  akan muncul  tampilan Hime Virtual Box

4.  Untuk mulai Memasang OS kita, klik Icon Baru

5. Klik Next kemudian pilih Sistem Operasi yang akan anda pakai . kebetulan disini saya menggunakan Linux Fedora
6.  Klik Next, dan dalam tampilan berikut akan ada pilihan jumlah RAM untuk dialokasikan pada mesin Virtual disarankan mengalokasikan RAM anda sebesar 768 MB .

7.  Kemudian pilih memori atau hardisk untuk penyimpanan program sebesar 8GB
Rekomendasi Creat New Hardisk klik Next

8. Kemudian pilih VHD (Virtual Hard Disk) 

9.  Pilih Dynamically Alocated klik Next

10.  Kemudian Pilih Lokasi penyimpanan file dan pemberian kapasitas penyimpanan . disini saya menyimpan pada partisi D:\ dan kapasitas penyimpanan 8GB

11. Klik Next dan kemudian klik Create 

12.   Sekarang penginstalan Sistem Operasi anda telah siap di eksekusi . tapi sebelum Itu tentukan dulu lokasi Sistem Operasi yang akan di eksekusi

13. Masuk Setting > Storage > sebelah kanan pilih file lokasi Virtual CD atau DVD OSnya, karena saya menggunakan Virtual Disk pada Osnya cari file dan pilih Fedora.iso klik OK

14. Setelah itu klik Mulai .

15.  Tunggu hingga Booting Sistem Operasi anda selesai and Finaly Sistem Operasi Anda telah terpasang .


Anda bisa menggunakan fungsi Sistem Operasi yang anda pasang seperti anda memasangnya tanpa mesin Virtual .


  Install Live SO ke Media Flashdisk/Ext Disk.

anda siapkan:
  • Komputer atau notebook dengan OS windows sebagai alat untuk mengkonversi Ubuntu ke flash disk.
  • File image Ubuntu yang berformat ISO.
  • Flash disk dengan kapasitas minimal 2 GB.
  • Universal USB Installer sebagai aplikasi untuk mengkonversi Ubuntu ke flash disk.
Jika persiapan sudah selesai, ikuti petunjuk di bawah ini:
1) Jika belum punya file ISO dari Ubuntu, download di sini http://www.ubuntu.com/download/ubuntu/download (Kami menggunakan versi 10.04 karena versi ini adalah Long-term support).
2) Download Universal USB Installer di http://www.pendrivelinux.com/downloads/Universal-USB-Installer/Universal-USB-Installer-1.8.6.8.exe kemudian jalankan aplikasi tersebut
3) Kemudian pada bagian menu dropdown pada aplikasi ini, pilih sistem operasi Linux yang akan diinstall. Karena menggunakan Ubuntu, maka saya memilih Ubuntu pada bagian ini.
4) Pada bagian Browse, pilih lokasi dari file ISO yang ingin diinstall ke dalam flash disk.
5) Pada drodown menu menu bagian bawah, pilih drive dari flash disk yang ingin ditempati Ubuntu Linux. Pilih Erase content jika anda ingin menghapus semua file yang ada pada flash disk.
6) Pada bagian “slider” dari kapasitas file, kita bisa memilih berapa kapasitas yang akan digunakan untuk Ubuntu. Sesuaikan dengan kebutuhan anda.
7) Terakhir klik tombol Create dan tunggu sampa semua proses selesai.

Setelah semua proses selesai, sekarang coba restart komputer/notebook anda dan booting melalui flash disk yang baru saja diisi file dari Ubuntu. Tunggu sampai beberapa saat, sampai anda bisa melihat Ubuntu tampil di desktop.

Sabtu, 26 April 2014

Active Directory Windows server 2003 dan Windows Server 2008.




Pengertian Active Directory

Active Directory adalah layanan direktori yang dimiliki oleh sistem operasi jaringan Microsoft Windows server 2000, Windows server 2003 dan  Windows Server 2008. Active Directory terdiri atas basis data dan juga layanan direktori. Basis data yang dimiliki oleh Active Directory menyimpan segala sumber daya yang terdapat di dalam jaringan, seperti halnya komputer yang telah tergabung ke sebuah domain, daftar akun pengguna dan kelompok pengguna, folder yang di-share, dan lain-lain. Sementara itu, layanan direktori yang dimilikinya membuat informasi yang disimpan di dalam basis data dapat diakses oleh pengguna dan aplikasi. Active Directory sebenarnya merupakan implementasi dari protokol Lightweight Directory Access Protocol (LDAP).
LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) adalah protokol perangkat lunak untuk memungkinkan semua orang mencari resource organisasi, perorangan dan lainnya, seperti file atau printer di dalam jaringan baik di internet atau intranet. Protokol LDAP membentuk sebuah direktori yang berisi hirarki pohon yang memiliki cabang, mulai dari negara (countries), organisasi, departemen sampai dengan perorangan. Dengan menggunakan LDAP, seseorang dapat mencari informasi mengenai orang lain tanpa mengetahui lokasi orang yang akan dicari itu.
Active Directory merupakan directory service yang menyimpan konfigurasi jaringan baik user, group, komputer, hardware, serta berbagai policy keamanan dalam satu database terpusat. Peran utama Active Directory adalah menyediakan sarana untuk melakukan admnistrasi jaringan secara terpusat baik di level domain maupun lintas domain, selama antar domain tersebut masih berada dalam satu forest.
Feature yang ditawarkan Active Directory antara lain :
Simplified Administration : Active Directory menyediakan “single point” dalam hal administrasi semua sumber daya jaringan. Seorang administrator dapat melakukan login dari komputer manapun di dalam jaringan dan melakukan konfigurasi terhadap obyek dan setiap komputer dalam jaringan.
Scalability : Active Directory mampu mengelola sampai dengan jutaan obyek, dibandingkan arsitektur Windows NT yang “hanya” mampu menangani maksimal 40000 obyek dalam satu domain.
Open Standard : Active Directory kompatibel dan mendukung berbagai protokol dan teknologi standar yang ada, antara lain LDAP dan LDIF, sehingga Active Directory dapat berkomunikasi dengan Novell Directory Service dan teknologi lain yang menggunakan LDAP. Support terhadap HTTP memungkinkan Active Directory diakses dari web browser dan berbagai bahasa pemrograman pengakses data. Windows 2000 juga mengadopsi Kerberos 5 sebagai protokol otentifikasinya, sehingga kompatibel dengan berbagai produk yang menggunakan protokol sejenis. Sistem penamaan domain dalam AD menggunakan standar DNS name, sehingga nama domain Windows 2000 merupakan standar penamaan domain yang digunakan di internet, maka lebih mudah melakukan koneksi dengan internet.
Struktur Active Directory
Active Directory terdiri dari berbagai obyek, yang merupakan representasi obyek-obyek yang terdapat di dalam jaringan baik hardware, user, maupun domain.
Object : adalah istilah yang digunakan untuk menyebut suatu unit tertentu yang terdapat di dalam jaringan, misalnya user, group, printer, ataupun shared folder.
Container : merupakan “wadah” yang di dalamnya terisi berbagai macam obyek.
Organizational Unit (OU) : adalah representasi Container yang didalamnya berisi berbagai macam obyek. OU merupakan kesatuan terkecil dimana pengaturan Group Polivy dalam AD dapat diterapkan. Biasanya OU tersebut mencerminkan kesatuan organisasi tertentu dalam jaringan, misalnya dapat didefinisikan OU untuk Sales, Marketing, Direksi, dan sebagainya.
Domain : merupakan kesatuan jaringan terkecil, yang didalamnya berisi berbagai obyek dan OU. Domain merupakan security boundary, sehingga seluruh obyek dalam satu domain berada dalam otoritas security yang sama. Sebuah organisasi dapat memiliki lebih dari satu domain dalam jaringannya, tergantung pada kebutuhan bisnis maupun policy keamanannya.
Tree : adalah gabungan dari beberapa domain yang masing-masing masih berada dalam satu induk namespace. Misalnya dibentuk suatu tree dengan induk domain matrik.com, dan di level bawahnya terdapat dua domain bernama sales.matrik.com dan developer.matrik.com.
Forest : beberapa tree dapat bergabung menjadi sebuah forest dan masing-masing domain tersebut menggunakan namspace yang berbeda. Domain yang berada dalam satu forest menggunakan global catalog yang sama, sehingga informasi konfigurasi dan obyek jaringan antar domain dalam satu forest dapat saling pertukarkan dan diakses secara terpusat.

Tips Mudah install Active Directory pada server 2008
Install active directory?. Mungkin sebagian anda yang sudah familiar dengan windows server cukup ketik saja “DCPROMO”, tetapi bagaimana dengan windows server 2008 ?.
Untuk install active directory sebenarnya cukup ketik DCPROMO pada RUN, akan tetapi windows 2008 menyediakan feature Roles. Dimana ada langkah tambahan yang perlu diambil sebelum menjalankan perintah DCPROMO untuk menjadikan sebuah server menjadi Domain Controller dan menginstal Active Directory pada server tesebut. Langkah ini adalah instalasi Active Directory Domain Services (AD-DS) role yang ada pada server 2008.


1. Buka server manager dengan mengklik ikon pada toolbar Quick atau bisa melalui folder Administrative Tools di control panel

2. Klik Roles | link Add roles, seperti gambar diabawah ini.

Windows server 2008

3. Klik Next, untuk memulai instalasi.

4. Di dalam Server roles window, pilih Active Directory Domain Services, dan klik Next


Active Directory Domain Services
5. Setelah itu di Active Directory Domain Services memberikan informasi, setelah itu klik Next, dan clik Install pada tab confirm installation selection


6. Klik Close untuk mengakhiri install


7. Kembali ke Server Manager, Klik link Active Directory Domain Services


8. Sekarang Anda dapat mengklik pada link DCPROMO untuk mengaktifkan Active directory .
selanjutnya anda tinggal setting Domain services dan terakhir Restart Windows anda.

Fungsi Active Directory Certificate Services

Certificates Authority(CA) merupakan sebuah entity untuk meng-issue sertifikat ke individual, komputer, organisasi dan services.CA dapat berfungsi untuk beberapa hal, yaitu mengidentifikasi siapa yang meminta sertifikat tersebut, issue sertikat untuk user, komputer dan services, memanage pembatalan sertifikat. Ketika kita pertama kali membuat CA maka dinamakan CA root sedangkan selanjutnya kita namakan Subordinate CA.
Pada AD CS juga terdapat yang namanya Digital Certificate, Digital Certificate merupakan sertifikat yang terdiri dari file digital yang mempunyai 2 bagian, yaitu public key dan private key, keduanya digunakan untuk encrypt dan decrypt data, ketika kita menggunakan private key untuk enkripsi data maka kita bisa men decrypt nya dengan menggunakan public key.

Public key bisa di distribusikan ke semua klien yang membutuhkan sertifikat tersebut, public key terdiri dari informasi mengenai subjek sertifikat, validity dari sertifikat, application dan services yang bisa memakai sertifikat tersebut, dan bisa mengetahui siapa pemegang sertifikat tersebut.

Private Key merupakan sertifkat yang hanya disimpan pada komputer yang me request sertifkat tersebut.
Review sedikit untuk penggunakan sertifikat adalah yang paling mudah ketika kita menggunakan OWA(Outlook Web Access) yang mana diakses via Https(port 443) atau SSL(Secure Socket Layer) untuk encryption(enkripsi) data, untuk Smart Start Log on Client Computer ataupun VPN, sertifikat router untuk membangun IPSec Communication, Sertifikat untuk S/MIME enkripsi dan authenticated email, untuk Encrypting FIle System(EFS) certificates ketika komputer join domain.
Adapun beberapa kegunaan AD CS  :
1. Menyediakan Certificate Authority(untuk issue sertifikat dan assign the sertifikat).
2. Menyediakan tool untuk membuat, distribusi, dan membatalkan certificate baik secara manual maupun otomatis.
3. Menyediakan Certificate Revocation Services(untuk pembatalan pembuatan sertifikat.
4. Pengintegrasian antara Certificate Authority dengan AD DS.
AD DS dan AD CS terintegrasi dalam beberapa hal sebagai berikut.
1. Sertifikat untuk User dan komputer objek bisa secara automatis dibuat. Bisa digenerated secara otomatis,apabila user dan computer mempunyai permission yang cukup  dan sertifikat policy di configure untuk allow auto-enrollment.
2. Sertifikat untuk User dan komputer objek bisa disimpan di AD DS, Ketika sertifikat disimpan di user dan computer dan di replikasi ke semua AD DS Server.
3. Ada policy untuk memberikan dan menarik kembali sertifikat, configure trusted certificate bisa di manage melalui group policies.




Kamis, 10 April 2014

FILE SYSTEM

File system pada komputer adalah suatu metode dalam penyimpanan dan pengorganisasian file dan data komputer, untuk mempermudah dalam pencarian dan pengaksesannya.

File system menggunakan data storage device seperti harddisk atau CD-ROM.

Contoh dari file system adalah FAT, NTFS, HFS dan HFS+, ext2, ext3, ISO 9660, ODS-5, dan UDF. File system tersebut berbeda antara satu operating system dengan operating system yang lain.

http://blogpcku.files.wordpress.com/2010/12/harddisk.jpg




Pada saat membagi harddisk, kita akan ditanya menggunakan system FAT(FAT32) atau system NTFS. Apa perbedaan dari system FAT(FAT32) dengan system NTFS? lebih efektif mana antara kedua system tersebut?


FAT (File Allocation Table) dikenal juga dengan nama FAT16 adalah sebuah sistem file yang digunakan oleh MS-DOS dan sistem operasi Windows lainnya untuk mengatur penyimpanan file. File Allocation Table (FAT) adalah struktur data yang dibuat oleh Windows saat Anda memformat volume dengan menggunakan FAT atau sistem file FAT32. Windows menyimpan informasi tentang setiap file dalam FAT sehingga dapat mengambil file di lain waktu.

FAT32 adalah sebuah turunan dari File Allocation Table (FAT) sistem berkas. FAT32 mendukung ukuran cluster yang lebih kecil dan volume yang lebih besar dari FAT, hasilnya adalah alokasi ruang yang lebih efisien dengan volume FAT32. Diperkenalkan ke masyarakat luas ketika era windows 98. FAT32 menggunakan cluster address 32 bit yang memungkinkan untuk membuat partisi hingga 124 GigaByte, akan tetapi bila kita melakukan format langsung dari windows, maka hanya terbatas hingga 32 GigaByte. Besar maximal file adalah 4 GigaByte (belum tentu cukup untuk kita menyimpan image dalam sebuah DVD).

NTFS (NT File System) adalah sebuah sistem file canggih yang menyediakan kinerja, keamanan, keandalan, dan fitur-fitur canggih yang tidak ditemukan dalam versi FAT. Sebagai contoh, NTFS menjamin konsistensi volume dengan menggunakan catatan transaksi yang standar dan teknik pemulihan. Jika sistem gagal, NTFS menggunakan catatan file dan informasi checkpoint untuk mengembalikan konsistensi dari sistem file. Pada Windows 2000 dan Windows XP, NTFS juga menyediakan fitur-fitur canggih seperti hak akses file dan folder, enkripsi, disk quota, dan kompresi.Pada file system ini besar partisi max 256 Terra Byte sedangkan besar datanya 16 Terra Byte. NTFS support terhadap metadata, yaitu database yang berisi informasi suatu file

Perbedaan antara FAT16, FAT32, dan NTFS adalah:
FAT 16:
- Max ukuran filer 4 Gigabyte
- Max jumlah file  268.435.437
- Max panjang nama file 255
- Max ukuran partisi 2 Gigabyte
- Memiliki file permission
FAT 32:
- Max ukuran filer 4 Gigabyte
- Max jumlah file  65.517
- Max panjang nama file 255
- Max ukuran partisi 2 Terabyte
- Memiliki file permission
NTFS:
- Max ukuran filer 16 Exabyte
- Max jumlah file 4.294.967.295
- Max panjang nama file 255
- Max ukuran partisi 16 Exabyte
- Memiliki fitur enkripsi dan file permission
Beberapa keunggulan NTFS dibanding FAT16 & FAT32 adalah:

  • NTFS menawarkan security yg lebih baik, FAT16 & FAT32 tidak punya fitur keamanan yg baik dan semua OS mempunyai hak akses read, write, delete, execute.
  • NTFS mendukung kompresi file, FAT16 & FAT32 tidak mendukung hal ini sehingga ukuran data akan sangat besar.
  • NTFS mendukung clustering lebih baik, FAT16 mempunyai ukuran tetap cluster sehingga sekecil apapun datanya tetap memakan 32Kb space hardisk. Meskipun hal ini telah diperbaiki pada FAT32 namun NTFS jauh lebih baik.
  • NTFS mendukung enkripsi data sehingga data akan lebih aman.


Rabu, 02 April 2014

proyek

Pelaksanaan Proyek
Tantangan utama manajer proyek adalah memastikan hubungan antar tugas atau event
yang berbeda-beda dan mengkoordinasikannya sehingga proyek dilaksanakan secara
efektif dan efisien.
“Kita hanya dapat mengontrol apa yang kita rencanakan”
Cakupan Proyek
Sebelum projek dilaksanakan perlu dibuat suatu daftar yang memuat Cakupan Proyek
(Project Scope).
Cakupan Project (Project Scope) ini memuat hal-hal sebagai berikut:
1 Sasaran proyek (Project Objective) – Harus menjawab “apa, kapan, dan harga”
2 Deliverables – Output yang diharapkan dari umur hidup proyek
3 Milestone – Suatu peristiwa/event penting dalam proyek yang terjadi pada satu
waktu dan mudah dikenali.
4 Persyaratan teknis (technical requirements) – Kriteria yang wajib dipenuhi,
jika tidak maka output proyek tersebut menjadi tidak berguna.
5 Batasan dan pengecualian (limits and exclusions) – Batasan (limits) mencakup
layanan, perawatan, dan jaminan. Pengecualian (exclusions) menyatakan apa
yang tidak termasuk dalam kontrak.
6 Tinjauan ulang (Reviews with customer) – Pemahaman yang seragam atas
hasil proyek yang diharapkan.
Contoh Cakupan Proyek
Sasaran Proyek : Membangun rumah berkualitas tinggi, dalam lima bulan dengan
biaya tidak lebih dari Rp 1,5 miliar.
Deliverabel :
¨ Rumah jadi seluas 670 m persegi, 2 kamar mandi, 3 kamar tidur.
¨ Garasi dengan pembatas dan gerbang otomatis
¨ Peralatan dapur termasuk tungku, oven microwave, dan alat pencuci piring
otomatis (dishwasher)
¨ Tungku gas dengan efisiensi tinggi, dengan alat pengatur panas yang bisa
diprogram.
Milestone :
1 Izin bangunan – 5 Maret
2 Fondasi – 14 Maret
3 Drywall. Inspeksi kerangka rumah, plumbing, kelistrikan, dan mekanik selesai
– 25 Mei
4 Inspeksi akhir – 7 Juni
Persyaratan Teknis :
1 Rumah harus memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah setempat
2 Semua pintu dan jendela harus lolos rating energi 40 kelas NFRC
3 Sekat dinding luar harus memenuhi faktor “R” nomor 21
4 Plafon harus memenuhi faktor “R” nomor 38
5 Lantai harus memenuhi faktor “R” nomor 25
6 Garasi harus bisa memuat dua mobil ukuran besar
7 Struktur harus lolos kode stabilitas seismik
Batasan dan Pengecualian :
1 Rumah akan dibangun sesuai spesifikasi dan rancangan dari cetak biru yang
disediakan oleh pembeli.
2 Pemilik bertanggung jawab atas lansekap
3 Lemari es tidak termasuk dalam peralatan dapur
4 Penyejuk ruangan (AC) tidak termasuk, tapi pre-wiring termasuk
5 Subkontraktor memiliki hak untuk mengontrak jasa luar
6 Kontraktor bertanggung jawab terhadap pekerjaan subkontraktor
7 Pengerjaan dibatasi pada hari Senin sampai Jumat, pukul 8:00 pagi samapai
18:00 sore.
Tinjauan Ulang Pelanggan
Anggoro dan Anggodo
Work Breakdown Structure
WBS adalah penggambaran menyeluruh dari semua tugas yang diperlukan untuk
mencapai penyelesaian proyek secara sukses. Dari gambaran ini kemudian disusun
penjadwalan (scheduling), pendelegasian dan penganggaran kerja.
Dalam membuat WBS harus dilihat gambaran umum yang ingin dicapai, lalu sedapat
mungkin membagi proyek ke dalam berbagai tahap.
Berapa tahap? Tergantung proyeknya, tapi pada umumnya antara 2 sampai 5 tahap.
WBS setara dengan daftar tugas. Bentuknya yang paling sederhana berupa outline dan
pohon diagram.
Berapa banyak tingkatan dari tugas-tugas dan sub-sub-tugas yang harus dicantumkan
pada WBS?
Tergantung pada kerumitan proyek. Dengan membuat pembagian yang detil, berarti
seorang manajer proyek memperhatikan semua aspek terkait dari proyek tersebut.
Namun resiko terlalu banyak sub-tugas membuat manajer proyek menjadi terlalu
fokus pada detil dan bukan pada hasil yang diharapkan secara keseluruhan.
Sebagai pedoman, biasanya sub-tugas terkecil pada WBS berupa unit terkecil yang
masih perlu diawasi manajer proyek.
Contoh WBS berupa outline
1.0.0 Bagan (Outline) cerita
1.1.0 Plot cerita secara kasar
1.1.1 Menentukan tema
1.1.2 Mengidentifikasi tema
1.1.3 Menghubungkan kejadian-kejadian cerita
1.2.0 Plot cerita secara detail
1.2.1 Membuat “gambar” yang menghubungkan berbagai karakter
1.2.2 Mengidentifikasi potongan cerita
2.0.0 Menulis cerita
2.1.0 Cerita 1
2.1.1 Penemuan mayat
2.2.2 Mayat teridentifikasi
2.2.3 Memasukkan agen penelidik ke dalam kasus
2.2.4 Keluarga
2.2.0 Cerita 2
Contoh WBS berupa diagram pohon
WBS mencakup setiap tugas, sub-tugas, milestone (titik ukur), dan deliverable.
Milestone; adalah peristiwa penting dalam proyek yang terjadi pada satu titik waktu.
Milestone biasanya menggunakan deliverable sebagai landasan untuk
mengidentifikasi segmen kerja utama dan tanggal akhir. Milestone berupa titik
pengendalian alami dan penting dalam proyek. Harus mudah dikenali oleh semua
peserta proyek.
Deliverable; yaitu output yang diharapkan dari umur hidup proyek. Contoh,
deliverable pada tahap desain awal proyek pembuatan software adalah daftar
spesifikasi. Pada tahap kedua, deliverable-nya adalah pembuatan kode perangkat
lunak dan manual teknis. Deliverable tahap berikutnya adalah prototipe tes, dan pada
tahap terakhir yaitu tes akhir dan software yang disetujui/diterima.
Menulis Sebuah Novel
Outline isi Riset cerita Menulis Novel
Perpustakaan Riset Plot kasar Plot detail Bab 1 Bab 2
* Hubungan ASSoviet
* Novel-novel
spionase lainnya
* Majalah tentang
kejadiankejadian
terkini
* Mewawancara
agen intelijen
* Mewawancara
agen-agen
militer
* Mengembangkan
tema cerita
* Mengidentifikasi
kejadian
* Membuat
bagian secara
detail yang
menghubungkan
kejadian
dan karakter
* Menemukan
mayat
* Mayat
diidentifikasi
* dst
* dst
Jenis Tugas Apa yang Membentuk WBS?
Tugas paralel : Tugas-tugas (atau sub tugas) yang dapat dilakukan pada saat
bersamaan dengan tugas lainnya tanpa menghalangi proyek. Walau demikian tidak
berarti tugas-tugas tersebut harus memiliki waktu mulai dan waktu selesai yang sama.
Tugas dependen : Tugas-tugas (atau sub tugas) yang tidak dapat dimulai sampai
tugas yang lain (mendahuluinya/predecessor) selesai lebih dulu.
WBS Fungsional
Dalam contoh di bawah, WBS dibagi berdasarkan pemisahan fungsi departemental
dalam organisasi. WBS yang dibuat berdasarkan lini fungsional ini memberikan
gambaran yang cepat dan akurat tentang bagaimana proyek dipilah-pilah dan tim
mana saja yang bertanggung jawab, serta untuk bagian apa mereka bertanggung
jawab.
Pesiar Tahunan Kedutaan Besar
Manajemen Promosi Operasi Logistik
Rekrut
panitia
Menyiapkan
anggaran
Mengevaluasi
calon panitia
Menyusun
timeline
Membuat
flyer
Membuat
peta
Membuat
newsletter
Memasang
poster
Menyusun
daftar lokasi
Manajemen
Manajemen
Sewa
peralatan
Merancang
menu
Peralatan
masak
Memeriksa
ketersediaan
Menyiapkan
hiburan
Membeli
logistik
Juru
masak/pelayan
Kombinasi Pohon Diagram dan Outline
Gambar berikut adalah WBS yang mengkombinasikan Pohon Diagram dan Outline.
Kelebihan : Tingkat detil sangat tinggi. Sangat baik dalam memisahkan aktivitasaktivitas
fungsional. Menghasilkan dokumen tunggal yang menjamin
totalitas keseluruhan proyek (komprehensif).
Kelemahan : Pada proyek serius, diagram yang dihasilkan biasanya sangat besar
sehingga harus digambar pada wall chart.
DIAGRAM GANTT
Diagram Gantt (sering disebut diagram batang) memungkinkan peserta proyek dan
pihak yang berkepentingan (stakeholder) untuk melihat saat awal dan akhir dari tugastugas
dan sub-sub tugas.
Komponen penyusunnya menggunakan Work Breakdown Structure/WBS (struktur
rincian kerja) yang telah dibahas sebelumnya.
WBS menggambarkan outline kegiatan, sedangkan diagram Gantt memberikan
gambaran kronologis tugas dan sub tugas. Diagram Gantt menggambarkan secara
sederhana tentang status keseluruhan proyek sekaligus juga menggambarkan status
tiap tugas dalam proyek.
Makin banyak tugas yang terlibat dan makin penting urutan antara tugas-tugas, maka
makin banyak yang perlu ditambahkan pada diagram Gantt.
Pada contoh Diagram Gantt di atas misalnya ditambahkan Kolom 3 dan Kolom 4.
Kolom 3, Durasi (waktu penyelesaian) berisi daftar jumlah hari yang diperlukan untuk
melaksanakan masin-masing tugas.
Kolom 4, Pendahulu (predecessor) mengidentifikasi tugas mana yang harus
diselesaikan sebelum tugas ini dapat dilaksanakan.
Misal, untuk Tugas 27 (Pembelian), maka Tugas 25 (Memesan Software) dan 26
(Memilih Kabel) harus diselesaikan dulu.
Sedangkan Tugas 28, 29, 30 bisa dilakukan bersamaan bila Tugas 7 telah selesai.
Bagaimana bila terjadi keterlambatan dalam tugas?
1. Re-alokasi sumberdaya.
2. Mengurangi tingkat usaha pada tugas-tugas atau sub-sub tugas
3. Mengubah urutan tugas