Pelaksanaan Proyek
Tantangan utama manajer proyek adalah memastikan hubungan antar tugas atau event
yang berbeda-beda dan mengkoordinasikannya sehingga proyek dilaksanakan secara
efektif dan efisien.
“Kita hanya dapat mengontrol apa yang kita rencanakan”
Cakupan Proyek
Sebelum projek dilaksanakan perlu dibuat suatu daftar yang memuat Cakupan Proyek
(Project Scope).
Cakupan Project (Project Scope) ini memuat hal-hal sebagai berikut:
1 Sasaran proyek (Project Objective) – Harus menjawab “apa, kapan, dan harga”
2 Deliverables – Output yang diharapkan dari umur hidup proyek
3 Milestone – Suatu peristiwa/event penting dalam proyek yang terjadi pada satu
waktu dan mudah dikenali.
4 Persyaratan teknis (technical requirements) – Kriteria yang wajib dipenuhi,
jika tidak maka output proyek tersebut menjadi tidak berguna.
5 Batasan dan pengecualian (limits and exclusions) – Batasan (limits) mencakup
layanan, perawatan, dan jaminan. Pengecualian (exclusions) menyatakan apa
yang tidak termasuk dalam kontrak.
6 Tinjauan ulang (Reviews with customer) – Pemahaman yang seragam atas
hasil proyek yang diharapkan.
Contoh Cakupan Proyek
Sasaran Proyek : Membangun rumah berkualitas tinggi, dalam lima bulan dengan
biaya tidak lebih dari Rp 1,5 miliar.
Deliverabel :
¨ Rumah jadi seluas 670 m persegi, 2 kamar mandi, 3 kamar tidur.
¨ Garasi dengan pembatas dan gerbang otomatis
¨ Peralatan dapur termasuk tungku, oven microwave, dan alat pencuci piring
otomatis (dishwasher)
¨ Tungku gas dengan efisiensi tinggi, dengan alat pengatur panas yang bisa
diprogram.
Milestone :
1 Izin bangunan – 5 Maret
2 Fondasi – 14 Maret
3 Drywall. Inspeksi kerangka rumah, plumbing, kelistrikan, dan mekanik selesai
– 25 Mei
4 Inspeksi akhir – 7 Juni
Persyaratan Teknis :
1 Rumah harus memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah setempat
2 Semua pintu dan jendela harus lolos rating energi 40 kelas NFRC
3 Sekat dinding luar harus memenuhi faktor “R” nomor 21
4 Plafon harus memenuhi faktor “R” nomor 38
5 Lantai harus memenuhi faktor “R” nomor 25
6 Garasi harus bisa memuat dua mobil ukuran besar
7 Struktur harus lolos kode stabilitas seismik
Batasan dan Pengecualian :
1 Rumah akan dibangun sesuai spesifikasi dan rancangan dari cetak biru yang
disediakan oleh pembeli.
2 Pemilik bertanggung jawab atas lansekap
3 Lemari es tidak termasuk dalam peralatan dapur
4 Penyejuk ruangan (AC) tidak termasuk, tapi pre-wiring termasuk
5 Subkontraktor memiliki hak untuk mengontrak jasa luar
6 Kontraktor bertanggung jawab terhadap pekerjaan subkontraktor
7 Pengerjaan dibatasi pada hari Senin sampai Jumat, pukul 8:00 pagi samapai
18:00 sore.
Tinjauan Ulang Pelanggan
Anggoro dan Anggodo
Work Breakdown Structure
WBS adalah penggambaran menyeluruh dari semua tugas yang diperlukan untuk
mencapai penyelesaian proyek secara sukses. Dari gambaran ini kemudian disusun
penjadwalan (scheduling), pendelegasian dan penganggaran kerja.
Dalam membuat WBS harus dilihat gambaran umum yang ingin dicapai, lalu sedapat
mungkin membagi proyek ke dalam berbagai tahap.
Berapa tahap? Tergantung proyeknya, tapi pada umumnya antara 2 sampai 5 tahap.
WBS setara dengan daftar tugas. Bentuknya yang paling sederhana berupa outline dan
pohon diagram.
Berapa banyak tingkatan dari tugas-tugas dan sub-sub-tugas yang harus dicantumkan
pada WBS?
Tergantung pada kerumitan proyek. Dengan membuat pembagian yang detil, berarti
seorang manajer proyek memperhatikan semua aspek terkait dari proyek tersebut.
Namun resiko terlalu banyak sub-tugas membuat manajer proyek menjadi terlalu
fokus pada detil dan bukan pada hasil yang diharapkan secara keseluruhan.
Sebagai pedoman, biasanya sub-tugas terkecil pada WBS berupa unit terkecil yang
masih perlu diawasi manajer proyek.
Contoh WBS berupa outline
1.0.0 Bagan (Outline) cerita
1.1.0 Plot cerita secara kasar
1.1.1 Menentukan tema
1.1.2 Mengidentifikasi tema
1.1.3 Menghubungkan kejadian-kejadian cerita
1.2.0 Plot cerita secara detail
1.2.1 Membuat “gambar” yang menghubungkan berbagai karakter
1.2.2 Mengidentifikasi potongan cerita
2.0.0 Menulis cerita
2.1.0 Cerita 1
2.1.1 Penemuan mayat
2.2.2 Mayat teridentifikasi
2.2.3 Memasukkan agen penelidik ke dalam kasus
2.2.4 Keluarga
2.2.0 Cerita 2
Contoh WBS berupa diagram pohon
WBS mencakup setiap tugas, sub-tugas, milestone (titik ukur), dan deliverable.
Milestone; adalah peristiwa penting dalam proyek yang terjadi pada satu titik waktu.
Milestone biasanya menggunakan deliverable sebagai landasan untuk
mengidentifikasi segmen kerja utama dan tanggal akhir. Milestone berupa titik
pengendalian alami dan penting dalam proyek. Harus mudah dikenali oleh semua
peserta proyek.
Deliverable; yaitu output yang diharapkan dari umur hidup proyek. Contoh,
deliverable pada tahap desain awal proyek pembuatan software adalah daftar
spesifikasi. Pada tahap kedua, deliverable-nya adalah pembuatan kode perangkat
lunak dan manual teknis. Deliverable tahap berikutnya adalah prototipe tes, dan pada
tahap terakhir yaitu tes akhir dan software yang disetujui/diterima.
Menulis Sebuah Novel
Outline isi Riset cerita Menulis Novel
Perpustakaan Riset Plot kasar Plot detail Bab 1 Bab 2
* Hubungan ASSoviet
* Novel-novel
spionase lainnya
* Majalah tentang
kejadiankejadian
terkini
* Mewawancara
agen intelijen
* Mewawancara
agen-agen
militer
* Mengembangkan
tema cerita
* Mengidentifikasi
kejadian
* Membuat
bagian secara
detail yang
menghubungkan
kejadian
dan karakter
* Menemukan
mayat
* Mayat
diidentifikasi
* dst
* dst
Jenis Tugas Apa yang Membentuk WBS?
Tugas paralel : Tugas-tugas (atau sub tugas) yang dapat dilakukan pada saat
bersamaan dengan tugas lainnya tanpa menghalangi proyek. Walau demikian tidak
berarti tugas-tugas tersebut harus memiliki waktu mulai dan waktu selesai yang sama.
Tugas dependen : Tugas-tugas (atau sub tugas) yang tidak dapat dimulai sampai
tugas yang lain (mendahuluinya/predecessor) selesai lebih dulu.
WBS Fungsional
Dalam contoh di bawah, WBS dibagi berdasarkan pemisahan fungsi departemental
dalam organisasi. WBS yang dibuat berdasarkan lini fungsional ini memberikan
gambaran yang cepat dan akurat tentang bagaimana proyek dipilah-pilah dan tim
mana saja yang bertanggung jawab, serta untuk bagian apa mereka bertanggung
jawab.
Pesiar Tahunan Kedutaan Besar
Manajemen Promosi Operasi Logistik
Rekrut
panitia
Menyiapkan
anggaran
Mengevaluasi
calon panitia
Menyusun
timeline
Membuat
flyer
Membuat
peta
Membuat
newsletter
Memasang
poster
Menyusun
daftar lokasi
Manajemen
Manajemen
Sewa
peralatan
Merancang
menu
Peralatan
masak
Memeriksa
ketersediaan
Menyiapkan
hiburan
Membeli
logistik
Juru
masak/pelayan
Kombinasi Pohon Diagram dan Outline
Gambar berikut adalah WBS yang mengkombinasikan Pohon Diagram dan Outline.
Kelebihan : Tingkat detil sangat tinggi. Sangat baik dalam memisahkan aktivitasaktivitas
fungsional. Menghasilkan dokumen tunggal yang menjamin
totalitas keseluruhan proyek (komprehensif).
Kelemahan : Pada proyek serius, diagram yang dihasilkan biasanya sangat besar
sehingga harus digambar pada wall chart.
DIAGRAM GANTT
Diagram Gantt (sering disebut diagram batang) memungkinkan peserta proyek dan
pihak yang berkepentingan (stakeholder) untuk melihat saat awal dan akhir dari tugastugas
dan sub-sub tugas.
Komponen penyusunnya menggunakan Work Breakdown Structure/WBS (struktur
rincian kerja) yang telah dibahas sebelumnya.
WBS menggambarkan outline kegiatan, sedangkan diagram Gantt memberikan
gambaran kronologis tugas dan sub tugas. Diagram Gantt menggambarkan secara
sederhana tentang status keseluruhan proyek sekaligus juga menggambarkan status
tiap tugas dalam proyek.
Makin banyak tugas yang terlibat dan makin penting urutan antara tugas-tugas, maka
makin banyak yang perlu ditambahkan pada diagram Gantt.
Pada contoh Diagram Gantt di atas misalnya ditambahkan Kolom 3 dan Kolom 4.
Kolom 3, Durasi (waktu penyelesaian) berisi daftar jumlah hari yang diperlukan untuk
melaksanakan masin-masing tugas.
Kolom 4, Pendahulu (predecessor) mengidentifikasi tugas mana yang harus
diselesaikan sebelum tugas ini dapat dilaksanakan.
Misal, untuk Tugas 27 (Pembelian), maka Tugas 25 (Memesan Software) dan 26
(Memilih Kabel) harus diselesaikan dulu.
Sedangkan Tugas 28, 29, 30 bisa dilakukan bersamaan bila Tugas 7 telah selesai.
Bagaimana bila terjadi keterlambatan dalam tugas?
1. Re-alokasi sumberdaya.
2. Mengurangi tingkat usaha pada tugas-tugas atau sub-sub tugas
3. Mengubah urutan tugas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar